Rabu, 02 Januari 2013

Perubahan dan perkembangan organisasi



1.     Faktor-faktor perubahan organisasi.
a. Faktor Internal.
Dalam hal ini faktor internal adalah suatu faktor yang dimana keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi organisasi tersebut dapat berpengaruh pada organisasi serta kegiatan organisasi tersebut.
b. Faktor Eksternal.
Dalam hal ini faktor eksternal adalah segala faktor yang ada di luar organisasi yang dapat berpengaruh pada organisasi serta kegiatan organisasi. 

2. Proses perubahan organisasi.
Suatu organisasi dapat mengalami perubahan karena organisasi akan selalu menghadapi berbagai kebutuhan. Tujuan perubahan organisasi yaitu, untuk meningkatkan kinerja efisiensi dan produktivitas, kemampuan organisasi dalam menghadapi berbagai faktor yang dapat menyebabkan suatu perubahan organisasi sehingga organisasi tersebut dapat bertahan dan berkembang, kemudian mengadakan penyesuaian-penyesuaian seperlunya sehubungan dengan perubahan-perubahan tersebut, untuk mengendalikan, khususnya dalam mengendalikan situasi kerja, sehingga anggota organisasi tidak akan di pengaruhi oleh perubahan-perubahan yang sedang terjadi dan meningkatkan peran organisasi dalam menghadapi berbagai perubahan yang sedang tejadi.

3. Ciri-ciri pengembangan organisasi.
Ada beberapa ciri-ciri dalam pengembangan suatu organisasi:
a. Strategi terencana dalam mewujudkan suatu perubahan organisasional, yang mempunyai tujuan yang jelas berdasarkan diagnosa yang tepat mengenai permasalahan yang dihadapi oleh organisasi..
b. Kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak dari perubahan yang akan terjadi.
c. Menerapkan berbagai cara yang baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan seluruh satuan kerja dalam organisasi..
d. Adanya nilai humanistic. Dalam hal ini dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian yang terpenting..
e. Adanya pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh..
f. Adanya pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi..

4. Metode pengembangan organisasi.
Ada 2 metode dalam pengembangan suatu organisasi :
a.       Metode pengembangan perilaku.
b.      Metode pengembangan keterampilan dan sikap.

Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan yang secara sistematis yang di rencanakan untuk meningkatkan efektivitas organisasi termasuk untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam suatu organisasi.
Ada 6 tahap yang harus diperhatikan dari program Grid OD :
a.       Latihan.
b.      Pengembangan tim.
c.       Pengembangan antar kelompok.
d.      Penetapan tujuan organisasi.
e.       Pencapaian.
f.       Stabilitas.

French dan Bell mengemukakan bahwa,  ”Pengembangan organisasi telah muncul dari ilmu pengetahuan keperilakuan terapan dan psikologi sosial dan dari usaha-usaha yang berurutan untuk menerapkan latihan laboratorium dan survei umpan balik ke dalam berbagai sistem total”.


Sumber:
http://widiahlan.blogspot.com/2012/11/perubahan-organisasi.html
http://elqorni.wordpress.com/2012/04/07/modul-14-proses-perubahan-organisasi/
http://rosdianya.wordpress.com/2011/12/20/faktor-faktor-perubahan-organisasi/

Proses Organisasi



1. Proses mempengaruhi.
Proses ini merupakan suatu kegiatan untuk mempengaruhi baik individu ataupun kelompok baik maupun tidak baik yang akan mengakibatkan terjadinya suatu perubahan sikap serta kebiasaan terhadap indvidu ataupun kelompok tersebut.
Metode yang mempengaruhi antara lain:
a.Kekuatan fisik, di dalam metode ini dilakukan menggunakan fisik, contohnya seperti menggunakan tangan dalam mempengaruhi individu maupun kelompok (dalam hal ini kekerasan).
b. Metode sanksi, di dalam metode ini dilakukan dengan memberikan sanksi atau hukuman kepada individu maupun kelompok, sanksi yang diberikan berupa sanksi positif maupun negatif.
c. Metode keahlian, dalam metode ini dilakukan dengan keahlian/kemampuan yang di miliki seseorang dalam mempengaruhi individu maupun kelompok.
d. Kharisma, dalam metode ini seseorang yang terpengaruh akan tertarik kepada orang yang memiliki kharisma tersebut. Hal ini terjadi karena orang tersebut mempunyai kharisma sehingga tanpa harus menggunakan kekuatan fisik, sanksi maupun keahlian. Dalam hal ini pengaruh tersebut bisa mencakup antar individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan individu.

2.  Proses pengambilan keputusan.
Proses pengambilan keputusan adalah suatu pemilihan diantara berbagai alternative. Pengertian ini mencakup baik pembuatan pilihan maupun dalam pemecahan masalah.
Adapun langkah-langkah dalam pengambilan suatu keputusan:
Menurut Herbert A. Simon, Proses pengambilan keputusan pada hakekatnya terdiri atas tiga langkah utama, yaitu:
a. Kegiatan Intelijen.
Dalam hal ini menyangkut pencarian dalam berbagai keadaan lingkungan yang dibutuhkan bagi pengambilan suatu keputusan.
b. Kegiatan Desain.
Dalam tahap ini menyangkut pembuatan pengembangan dan penganalisaan berbagai kegiatan yang mungkin akan dilakukan.
c. Kegiatan Pemilihan.
Suatu pemilihan sejumlah kegiatan tertentu dari kesempatan yang tersedia.

Model-model dalam pengambilan suatu keputusan antara lain:
1. Model Perilaku Pengambilan keputusan.
a.        Model Ekonomi.
b.        Model Manusia Administrasi.
c.        Model Manusia Mobicentrik.
d.        Model Manusia Organisasi.
e.        Model Pengusaha Baru.
f.         Model Sosial.

2. Model Preskriptif dan Deskriptif.
a.       Model Preskriptif.
b.       Model Deskriptif.



          Sumber:
          http://khokouchiha.blogspot.com/2012/05/proses-mempengaruhi-dan-pengambilan.html


Selasa, 01 Januari 2013

Konflik Organisasi



1. Pengertian Konflik.
Pengertian konflik secara umum adalah  berasal dari kata kerja. Latin configire yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih, dimana salah satu pihak berusaha  untuk menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya jadi tidak berdaya.

Pengertian konflik menurut para ahli :


  1. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik adalah warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat dari keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih secara terus-menerus.
  2. Menurut Gibson, et al (1997: 437), suatu hubungan selain  dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat melahirkan suatu konflik. Hal ini dapat terjadi jika masing – masing bagian dari organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu dengan yang lain.
  3. Menurut Robbin (1996), konflik dalam suatu organisasi ditentukan oleh pendapat dari tiap individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka, konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka memiliki pendapat bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka, konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
  4. Dari segi perilaku, konflik adalah bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
  5. Menurut Minnery (1985), Konflik adalah interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain saling berhubungan dan saling tergantung, namun dipisahkan oleh suatu perbedaan tujuan.
  6. 6. Konflik dalam organisasi sering kali tidak simetris. Dalam hal ini terjadi hanya satu pihak yang sadar dan memberikan respon terhadap konflik tersebut. Atau, satu pihak berpendapat adanya pihak lain yang telah atau akan menyerang secara negatif (Robbins, 1993).
  7. Konflik adalah suatu ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena suatu alasan. Dalam hal ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami (Pace & Faules, 1994:249).
  8. Konflik dapat dirasakan, diketahui, diekspresikan melalui perilaku-perilaku dalam berkomunikasi (Folger & Poole: 1984).
  9. Konflik selalu berpusat pada beberapa penyebab utama, yaitu tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber – sumber yang dibagikan, keputusan yang diambil, maupun perilaku setiap pihak yang terlibat (Myers,1982:234-237; Kreps, 1986:185; Stewart, 1993:341).
  10. Interaksi yang komunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya, tak dapat diduga akan menimbulkan suatu konflik dalam tingkat yang berbeda – beda (Devito, 1995:381).

2. Jenis dan sumber konflik.
Jenis-jenis konflik antara lain:
a. Konflik Intrapersonal (Konflik dalam individu).
Konflik ini merupakan konflik internal yang terjadi pada diri seseorang (intrapersonal conflict). Konflik ini terjadi ketika individu harus memilih dua atau lebih tujuan yang saling bertentangan, dan bimbang, mana yang harus dipilih untuk dilakukan.
b. Konflik Interpersonal.
Konflik ini adalah pertentangan antara sesorang dengan orang lain karena perbedaan kepentingan atau keinginan.
c. Konflik antarkelompok dalam organisasi yang sama.
Konflik ini adalah tipe konflik yang sering terjadi di dalam organisasi-organisasi. Konflik antarlini dan staf, pekerja dan manajemen merupakan dua macam bidang konflik antarkelompok.
d. Konflik antarperorangan.
Konflik ini terjadi antara satu individu dengan individu lain atau lebih. Konflik ini disebabkan oleh adanya perbedaan sifat dan perilaku setiap orang dalam organisasi. Hal ini biasanya pernah dialami oleh setiap anggota organisasi, baik hanya dirasakan sendiri maupun ditunjukkan dengan sikap.
e. Konflik antarkelompok.
Konflik ini terjadi pada 2 kelompok atau lebih yang terjadi dalam sebuah organisasi.
f.  Konflik antarorganisasi.
Konflik ini terjadi antara organisasi yang satu dengan yang lain. Hal ini tidak selalu disebabkan oleh persaingan dari perusahaan-perusahaan di pasar yang sama. Konflik ini bisa terjadi karena adanya ketidakcocokan suatu badan terhadap kinerja suatu organisasi.

Sumber konflik:
-   Faktor komunikasi (communication factors).
-  Faktor struktur tugas maupun struktur organisasi (job    structure or organization structure).
-   Faktor yang bersifat personal. (personal factors).
-   Faktor lingkungan (environment factors).

3.  Strategi penyelesaian konflik.
Ada beberapa cara untuk menyelesaikan suatu konflik:
1. Kompetisi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2. Akomodasi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik dalam mewujudkan perdamaian.
3. Sharing
Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
4. Kolaborasi
Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah suatu pendekatan pemecahan masalah (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
5. Penghindaran
Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.

4.  Motivasi.
Motif ini sering kali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan adalah gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut adalah suatu driving force yang menggerakan manusia untuk bertingkah laku, dan dalam perbuatannya tersebut mempunyai suatu tujuan. Pada dasarnya setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia didasari oleh motivasi (niat).

5. Teori Motivasi.
Dalam organisasi ada beberapa teori motivasi antara lain:
a.  Teori motivasi Abraham Maslow (1943-1970).
Abraham Maslow (1943;1970) berpendapat bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk suatu piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. 

b. Teori motivasi Herzberg (1966).
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor tersebut disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). 

c.  Teori motivasi Vroom (1964).
Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan bahwa mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini, ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan tersebut sangat dapat ia inginkan.

d. Achievement TheoryTeori achievement Mc Clelland (1961).
Ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, antara lain:
-   Need for achievement (kebutuhan akan prestasi).
Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan  sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow).
Need for Power (dorongan untuk mengatur).

e.  Teori Clayton Alderfer ERG.
     Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth).

             Sumber:
             http://ndutagen.blogspot.com/2012/05/motivasi-dalam-organisasi.html
http://st33wiyas.blogspot.com/2011/05/teori-motivasi-organisasi.html
http://padshaa.blogspot.com/2012/10/pengertian-konflik-termasuk-konflik.html

Sabtu, 03 November 2012

ORGANISASI



1. Tipe atau Bentuk Organisasi.
Organisasi di Indonesia ada bermacam-macam entah organisasi kemasyarakatan, atau organisasi politik.

Organisasi dapat di bedakan menjadi:
a. Piramida mendatar. 
Ciri-cirinya:
1. Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga membuat tingkat hierarki   kewenangan menjadi sedikit.
2. Jumlah para pekerja harus banyak di kendalikan.
3. Jabatan untuk pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relative kecil.

b. Piramida terbalik.
Organisasi ini adalah kebalikan dari piramida terbalik. Hal ini maksudnya dimana organisasi ini lebih banyak pimpinan dari pada para pekerja. Contohnya, organisasi/lembaga penelitian, lembaga pendidikan.

c. Piramida kerucut.
Ciri-cirinya:
1. Jumlah satuan organisasi banyak sehingga membuat tingkat hierarki banyak.
2. Rentang kendali yang sempit.
3. Kewenangan dan tanggung jawab di serahkan penuh kepada pimpinan yang bawah.
4. Jarak yang jauh antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah.
5. Jumlah yang besar pada informasi jabatan.

Bentuk-bentuk organisasi antara lain:
a. Bentuk organisasi staff.
b. Bentuk organisasi lini.
c. Bentuk organisasi fungsional.
d. Bentuk organisasi fungsional dan lini.
e. Bentuk organisasi fungsional dan staff.
f. Bentuk organisasi lini dan staff.

Struktur organisasi.
Struktur organisasi adalah satuan organisasi yang memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi tersebut. 
Sumber:
http://ballo.wordpress.com/2010/10/19/type-dan-bentuk-organisasi/

MACAM-MACAM ORGANISASI DARI SEGI TUJUAN.



1. Organisasi Niaga.
  Organisasi niaga adalah suatu organisasi yang dimana tujuan utama dari organisasi tersebut yaitu, mencari keuntungan.
     Contoh dari organisasi niaga antara lain:
     a. PT (Perseroan Terbatas).
     b. Perseroan Komanditer (CV).
     c. Firma (FA).
     d. Koperasi.
     e. Join ventura.
     f. Trus.
     g. Kontel.
     h. Holding Company.


2.    Organisasi Sosial.

    Organisasi sosial adalah suatu organisasi yang dimana terbentuknya oleh  anggota masyarakat.
      Ada 5 jalur dalam pembentukan organisasi kemasyarakatan:
      a. Jalur Keagamaan.
      b. Jalur Profesi.
      c. Jalur Kepemudaan.
      d. Jalur Kemahasiswaan.
      e. Jalur Kepartaian dan Kekaryaan.


3.    Organisasi Regional dan Internasional.

a. Organisasi Regional.
    Organisasi regional adalah organisasi yang memiliki peran yang berbeda. Peran yang di mainkan tergantung dari karakteristik organisasi tersebut. Hal ini dapat terjadi karena karakteristik ini dipengaruhi oleh faktor geografis, ketersediaan sumber-sumber dan struktur organisasi. Perbedaan tersebut mempengaruhi bagian-bagian dari organisasi tersebut. Selain  itu juga hal ini berpengaruh dalam sistem penyelesaian konflik yang ada untuk menyelesaikan masalah antar anggota dalam organisasi tersebut.
    Peran-peran organisasi regional dalam menyelesaikan masalah sengketa antara lain:
•   Sebagai tempat untuk konsultasi, menyelenggarakan dan menyediakan suatu forum negosiasi bagi negara-negara anggota baik dalam situasi konflik maupun dalam kondisi yang berpotensi menimbulkan suatu konflik. 
Sebagai mediator dalam konflik-konflik internal kawasan. Organisasi Regional merancang suatu prosedur resolusi konflik untuk menyelesaikan perselisihan antara negara-negara anggota.
   Sebagai penyidik terhadap konflik yang terjadi antara negara-negara anggotanya. Kemudian, hasil penyelidikan ini akan digunakan untuk merumuskan resolusi konflik yang dianggap paling efektif untuk diterapkan.
Sebagai pengirim pasukan penjaga perdamaian adalah suatu peran lain yang juga dimainkan oleh Organisasi Regional.


b. Organisasi Internasional.

   Organisasi internasional adalah suatu organisasi yang terbentuk dari beberapa negara di dunia yang memiliki suatu tujuan bersama yang di tulis dalam suatu perjanjian atau charter.
     Contoh organisasi internasional antara lain:
      PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). 

   PBB adalah suatu organisasi internasional yang dimana anggotanya hampir     seluruh anggota masyarakat di dunia.


      NATO (North Atlantic Treaty Organisation). 

    NATO adalah suatu organisasi internasional yang dimana di dirikannya organisasi tersebut dengan tujuan untuk menciptakan keamanan bersama.


      ASEAN (Association of Southeast Asia Nations).

      ASEAN adalah suatu organisasi internasional yang bergerak di bidang geopolitik dan  ekonomi. ASEAN ini berdiri tgl 8 Agustus 1967 yang beranggotakan negara-negara dari Asia tenggara melalui deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Tujuan dari organisasi ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, kemudian juga untuk memajukan perdamaian dunia.
      Prinsip-prinsip utama dari ASEAN antara lain:
   • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara.
   • Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar.
     • Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota.
     • Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai.
     • Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan.
     • Kerjasama efektif antara anggota.


OKI (Organisasi Konferensi Islam).

     OKI adalah suatu organisasi internasional yang dimana menghimpun 57 negara di dunia. OKI ini berdiri di Rabat, Maroko pada 12 Rajab 1389 H (25 september 1969) dalam pertemuan para pemimpin dunia islam sebagai reaksi peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa pada 21 Agustus 1969 oleh pengikut fanatik kristen dan yahudi di yerussalem.


Sumber:

http://azenismail.wordpress.com/2010/11/15/bab-4-macam-macam-organisasi-dari-segi-tujuan/


 http://idadwiw.wordpress.com/2011/12/17/organisasi-internasional-dan-regional/



CIRI-CIRI, UNSUR, DAN TEORI ORGANISASI


1.      Ciri-ciri Organisasi antara lain :
a.    Adanya sekumpulan orang-orang yang membentuk suatu kelompok yang    dimana mereka saling mengenal satu dengan yang lainnya.
b.    Adanya saling berhubungan satu dengan yang lainnya tetapi masing-masing memiliki kegiatan yang berbeda-beda.
c.    Biasanya dalam organisasi masing-masing anggota saling memberi masukan, ide, atau pendapat berupa : tenaga, pemikiran, biaya, dan lain-lain.
d.    Adanya pengawasan, pengaturan, sistem kerja yang biasanya di atur oleh ketua (leader) dalam organisasi tersebut.
e.    Adanya visi dan misi yang ingin di capai oleh organiasi tersebut.

2.      Unsur-unsur organisasi :
a.      Adanya orang-orang dalam organisasi.
b.      Adanya saling kerja sama satu dengan yang lain.
c.      Adanya visi dan misi yang sama.
d.      Adanya alat pendukung untuk membantu dalam kegiatan organisasi.
e.      Adanya tempat/lingkungan berorganisasi.
f.       Adanya kekayaan alam.
g.     Adanya suatu sistem kerja.

Unsur-unsur organisasi paling dasar yang utamanya antara lain :
a.       Harus terdapat tempat untuk setiap anggotanya saling bekerja sama.
b.      Setiap anggotanya harus bisa saling bekerja sama.
c.       Kegiatan dan posisi harus jelas.
d.      Harus ada visi dan misi yang sama.

3.      Teori Organisasi.
Teori organisasi adalah suatu ajaran, ilmu mengenai cara menyelesaikan masalah-masalah, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan organisasi.
Macam-macam teori organisasi antara lain:
a.    Teori organiasi klasik
Teori ini nama lainnya teori organisasi tradisional, teori organisasi spesialisasi atau teori structural.

b.   Teori Birokrasi.
Strategi teori birokrasi:
1.     Adanya pembagian tugas.
2.     Prinsip hierarki.
3.    Promosi di dasarkan pada masa kerja dan prestasi kerja, dan di lindungi   dari pemberentian sewenang-wenang.
4.    Setiap pekerjaan di kerjakan tanpa pandang bulu.
5.    Setiap pekerjaan dilakukan dengan sistem kerja.

c.   Teori human relations.
Teori ini nama lainnya teori hubungan kemanusiaan, teori hubungan antar manusia, teori hubungan kerja sama kemanusiaan.

d.   Teori organisasi prilaku.
Teori ini adalah teori yang melihat dari segi perilaku masing-masing anggotanya.

e.   Teori organiasasi proses.
Teori ini memandang adanya proses kerja sama antar anggota organisasi.

f.     Teori organisasi kepemimpinan.
Teori ini berpendapat bahwa keberhasilan organisasi itu tergantung dari pada ketua (leader) yang mengatur anggota-anggotanya.

g.   Teori organisasi fungsi.
Teori ini berpendapat bahwa sekumpulan tugas dalam organisasi harus di kerjakan oleh seorang ketua (leader) agar tercapainya visi dan misi yang sama.

h.   Teori pengambilan keputusan.
Teori ini berpendapat bahwa adanya keputusan yang di buat oleh para pejabat di setiap tingkatan.

i.     Teori kontingensi.
Teori ini berpendapat bahwa suatu organisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar apabila seorang ketua (leader) memperhatikan keadaan dalam organisasi seperti dalam pemecahan masalah dan setiap situasi harus di analisa sendiri.