Sabtu, 30 Juni 2012


Setiap manusia pastinya mempunyai suatu harapan. Harapan adalah suatu rasa keinginan yang timbul dalam diri manusia yang dimana orang tersebut ingin keinginannya atau impiannya itu dapat terwujud. Dalam mencapai suatu harapan tentunya harus di butuhkan suatu usaha. Dan memang tidaklah mudah untuk tercapainya suatu harapan tersebut. Saya memiliki keinginan atau suatu harapan untuk Indonesia ke depan. Harapan saya untuk Indonesia ke depan adalah saya ingin Indonesia dapat maju seperti Amerika, Jepang, Inggris, dan lainnya. Saat ini Indonesia masih termasuk negara yang berkembang, dan memang tidak mudah untuk bisa menjadi negara yang maju. Saya lihat di Indonesia ini masih banyak kemiskinan. Kemisikinan ini diantaranya banyaknya pengemis, gelandangan, anak-anak yang putus sekolah dan lain sebagainya. Kemiskinan ini menghasilkan kebodohan masyarakat Indonesia sehingga negara kita sulit untuk maju. Kemudian ditambah lebih parahnya lagi di negara kita banyak sekali tindakan korupsi. Korupsi ini tentunya sangat merugikan kita. Orang yang kaya akan semakin kaya dan orang yang miskin akan semakin miskin. Hal ini sangat memprihatinkan dan sangat menghambat untuk perkembangan kemajuan Indonesia. Berbagai upaya pemerintah telah dicoba untuk menyelesaikan masalah-masalah di Indonesia ini. Namun, pada kenyataanya negara kita masih belum terlepas dari kemiskinan, kebodohan, korupsi dan lain sebagainya. Harapan saya buat ke depannya di Indonesia dapat muncul pemimpin-pemimpin bangsa yang dapat merubah negara kita menjadi lebih baik dapat memberantas kemiskinan, kebodohan, korupsi dan lain sebagainya sehingga negara kita bisa maju seperti negara-negara lain.

Minggu, 01 April 2012

Manusia dan Kesusastraan

Jika kita perhatikan banyak orang-orang yang bingung bagaimana menuangkan atau mengungkapkan apa suasana hatinya entah itu sedang gembira atau sedih ke dalam suatu bentuk karya sastra seperti misalnya puisi. Padahal sebenarnya dalam hal mengungkapkan suasana hati kita bukanlah suatu perkara yang sulit. Dalam hal ini tentunya kita harus memliki pikiran yang fokus tentang suasana hati yang kita sedang rasakan. Kita hanya perlu merasakan lebih dalam tentang suasana hati yang kita sedang rasakan. Dengan seperti itu kita akan lebih mudah mendapatkan suatu inspirasi untuk membuat sebuah karya sastra puisi. Dan biarlah inspirasi tersebut tercipta sesuai dengan suasana hati yang sedang kita rasakan. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa menuangkan atau mengungkapkan suasana hati kita ke dalam suatu bentuk karya sastra puisi bukanlah perkara yang sulit seperti apa yang kita bayangkan. Dengan puisi tersebut dapat membantu kita dalam mencurahkan isi hati atau suasana hati kita secara langsung ke dalam suatu bentuk karya sastra puisi. Oleh karena itu, marilah kita mencurahkan atau mengungkapkan apa suasana hati kita entah sedang gembira atau sedih ke dalam suatu bentuk karya sastra puisi. Hal ini tidak sulit jika kita mau mencoba kita pasti bisa melakukannya. Kita lebih baik mencurahkan apa suasana hati kita ke dalam bentuk puisi dari pada kita memendam isi hati kita sendiri.

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Sang Pencipta. Manusia diciptakan memiliki hati atau perasaan. Dari hati atau perasaan manusia ini dapat menghasilkan berupa rasa cinta kasih. Rasa cinta kasih adalah suatu perasaan yang dimiliki manusia yang dimana seseorang memiliki rasa kepedulian, rasa cinta dan kasih sayang yang penuh terhadap sesama. Rasa cinta kasih ini dapat di wujudkan seperti membantu orang yang sedang kesulitan akan suatu hal, dan lain sebagainya. Manusia dan rasa cinta kasih ini tidak pernah lepas. Kita sebagai manusia tentunya membutuhkan rasa cinta kasih dari sesama. Oleh karena itu, kita harus saling memiliki rasa cinta kasih terhadap sesama. Dengan adanya saling rasa cinta kasih terhadap sesama tentunya dapat membuat hubungan kita dan sesama lebih baik. Suasana yang tercipta adalah suasana yang damai, tentram, penuh kasih sayang. Dalam kehidupan sehari-hari jika kita lihat terkadang masih banyak orang-orang yang belum memiliki rasa cinta kasih yang penuh. Dalam hal ini terkadang masih ada orang-orang yang belum memiliki rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama. Misalnya, banyak TKW dari Indonesia yang di kirim ke luar negeri yang di siksa, di aniyaya bahkan ada yang sampai meninggal. Hal ini tentunya sangat tragis dan tidak mencerminkan rasa cinta kasih. Seharusnya kita sebagai manusia harus memiliki rasa cinta kasih, kita tidak boleh membeda-bedakan satu dengan lainnya karena kita di mata Sang Pencipta kita adalah sama derajatnya. Kita harus saling menghargai, mengasihi satu sama lain bukannya memperbudak, menganiaya, dan lain sebagainya. Jadi kesimpulannya, kita sebagai manusia harus membangun hubungan yang baik dengan sesama. Kita harus memilki rasa cinta kasih.

Manusia dan Kebudayaan

Di dalam sebuah negara pastinya terdapat sekumpulan manusia atau masyarakat yang memiliki kebudayaan masing-masing. Setiap manusia pasti tidak akan pernah lepas dari sebuah kebudayaan. Hal ini karena kebudayaan itu adalah tata cara adat kebiasaan suatu kelompok masyarakat. Manusia dan kebudayaan itu saling terikat satu sama lain. Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna yang dimana manusia dapat berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. Kebudayaan ini mereka jaga hingga turun menurun. Manusia dapat menciptakan suatu kebudayaan dari hasil kegiatan yang dilakukan sehari-hari atau suatu kebiasaan yang di lakukan sehari-hari. Suatu kebudayaan juga tercipta karena adanya interaksi antar sesama manusia serta dengan alam sekitar juga. Manusia juga di beri pikiran oleh Sang Pencipta untuk dapat menciptakan ide-ide, karya-karya, dan lain sebagainya yang berguna untuk kehidupannya. Jadi, dapat di simpulkan bahwa manusia dan kebudayaan itu saling berkaitan satu sama lain. Adanya suatu kebudayaan karena di ciptakan oleh manusia itu sendiri.

Sabtu, 14 Januari 2012

Masalah sosial di Indonesia berdasarkan pengalaman pribadi


Masalah Kemiskinan di Indonesia
        Negara Indonesia adalah sebagai salah satu negara berkembang yang masih harus menghadapi masalah sosial yang cukup banyak dan butuh penanganan yang cukup berat. Salah satu masalah sosialnya adalah negara Indonesia tak pernah lepas dari masalah kemiskinan. Tentunya masalah ini sudah sangat lama tidak terselesaikan. Berbagai upaya pemerintah telah di lakukan untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia tetapi tetap saja tidak berhasil. Di dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita lihat banyak kemiskinan dimana-mana. Setiap harinya saya melihat banyak kemiskinan di Indonesia seperti, pengamen jalanan, pengemis, pemulung, dan lain sebagainya. Masalah ini dapat terjadi karena tingkat pendidikan di Indonesia masih rendah. Jika kita lihat di kehidupan masyarakat masih banyak anak-anak di Indonesia yang belum mendapatkan pendidikan dengan layak bahkan ada yang tidak bersekolah sama sekali. Dan akibatnya tingkat kebodohan di masyarakat semakin bertambah, dan tingkat pengangguran di Indonesia juga semakin bertambah banyak. Masalah kemiskinan ini juga dapat berdampak ke masalah lain seperti, semakin tingginya tingkat kriminalitas di Indonesia akibat kemiskinan di Indonesia, banyak orang-orang yang tidak memiliki lapangan pekerjaan atau pengangguran demi mempertahankan hidupnya mereka melakukan pekerjaan yang tidak halal. Kondisi ini sungguh memprihatinkan, semoga pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah ini karena hal ini sangat merugikan bangsa Indonesia sendiri. 

Jumat, 13 Januari 2012

Masalah sosial di Indonesia berdasarkan pengalaman pribadi

Masalah kereta di Indonesia
Apakah kalian pernah naik kereta di Indonesia?? Jika kita lihat setiap harinya keadaan yang berhubungan dengan kereta di Indonesia cukup memprihatinkan. Mengapa saya mengatakan seperti itu?? Karena saya hampir setiap hari menggunakan jasa angkutan kereta ,dan saya melihat banyak masalah-masalah yang membuat pengguna kereta menjadi kurang nyaman.
Masalah-masalah tersebut diantaranya terkadang sering terjadi keterlambatan kereta. Hal ini tentunya dapat menyebabkan terjadinya penumpukkan penumpang sehingga terjadi desak-desakan di dalam kereta yang membuat kita sangat tidak nyaman yang kemudian dapat terjadinya banyak kejahatan seperti kejahatan seksual, kejahatan kriminal. Lalu, masalah lainnya seperti masih banyak beberapa pengguna jasa kereta yang tidak membeli tiket kereta. Kemudian, masih ada masalah lainnya yang sudah sangat lama sampai saat ini masih belum terselesaikan yaitu, masih banyak penumpang kereta yang naik di atas atap kereta. Hal ini tentunya sangat membahayakan karena resikonya adalah kematian. Segala upaya telah di lakukan untuk menyelesaikan masalah penumpang yang naik di atap kereta di antaranya, pemasangan pagar kawat pada atap stasiun, penyemprotan cat, penampang melintang, dan marawis untuk menyadarkan para penumpang yang naik diatap kereta agar tidak mengulangi lagi. Namun, semua upaya tersebut tidak membuat para penumpang itu berhenti untuk naik diatap kereta. Dan Kita sebagai masyarakat hanya bisa sadar diri dan berharap mudah-mudahan pemerintah dapat menyelesaikan masalah tersebut.    

Minggu, 08 Januari 2012

Kesamaan Derajat di luar Indonesia


            Pada mulanya adalah sebuah perbedaan yang melahirkan sebuah hambatan. Untuk kemudian maju lahirlah sebuah upaya untuk menyamakan persepsi. Lahirlah sebuah komunikasi, sebagai jembatan, menghapus tembok-tembok ( gap ) yang memisahkan satu sama lain.
Tiba-tiba saja, dunia sudah selangkah lebih maju dan menghentak-hentak. Ribuan dinding-dinding seakan menginvasi bumi lagi. Bagaimana setiap orang menciptakan tembok bagi dirinya masing-masing dengan sepermak bedak salon, kaca-kaca mobil mewah, gedung-gedung mall yang sombong. Lagi-lagi tembok sengaja diciptakan, sedangkan mereka berteriak-teriak naikkan gaji pensiunan.
Dimana kampus dan sekolah-sekolah yang dibayar dengan segepok uang tebal, yang digadang-gadang untuk melahirkan generasi pendobrak bangsa dari keterpurukan. Dimana dosen pada mulanya takut pada mahasiswa, tapi mereka bangkit dan mulai bersatu memperkuat benteng, agar tak diberangus lagi oleh mahasiswa seperti masa yang sudah-sudah. Lagi-lagi tembok sengaja diciptakan, sedangkan mereka berteriak-teriak naikkan gaji pensiunan.
Lalu ada resolusi buat-buatan, untuk mempekerjakan masyarakat minor ke luar negeri. Lalu apa bedanya mereka dengan mafia perdagangan wanita dan anak-anak kecil. Di sini, legalisasi itu harga mati. Semua yang legal berarti baik. Seakan-akan untuk mencapai Terminal Arjosari lewat KarangPloso itu melanggar hukum. Sedangkan kita semua tahu, Tuhan menciptakan agama yang berbeda-beda. Agama yang berbeda-beda hanya alat untuk menemukan Tuhan. Sedangkan, Tuhan hanya satu. Dan, mereka berteriak-teriak hukum pancung, luluh lantakkan Indonesia. Lagi-lagi tembok sengaja diciptakan, sedangkan mereka berteriak-teriak naikkan gaji pensiunan.
Tapi mimpi hanya mimpi, realitas tetap berjalan di tempatnya.
Bagaimana saya tidak trenyuh, ketika melihat bapak-bapak dengan seraut wajah kuyu memanggul kayu bakar berjalan kaki. Bagaimana gelak tawa anak-anak kecil di jalanan itu serasa dipaksakan, itu bukan tawa riang, itu tawa yang kering. Atau, bapak dengan tanpa tangan dan kaki mencoba mencari belas kasih di pasar-pasar, merangkak, menyayat.
Bagaimana geramnya nasib buruh di luar negeri, sedang untuk membalas, membela diri pun salah. Bagaimana nikmat seorang duta besar hanya mengecam, lalu direkam pada setiap kejadian dan yang terucap hanya mengecam.
Kemudian saya ingat ayah dan ibu di rumah. Rindu. Saya ingin pulang!!
Sepertinya, realita akan terus berjalan di tempat, sendiri. Kami sibuk mencari mimpi, sibuk mendewasakan diri, sibuk menebalkan imaji.
Di Berlin, tembok dibangun karena banyak pemuda melarikan diri ke Jerman Barat karena Jerman Timur tidak mampu menghidupi mereka dengan layak.
Di sini, kemiskinan tak menyediakan banyak pilihan. Mungkin, harus ada lagi permberontakan, harus ada lagi anjing-anjing herder yang mati. Atau, dijadikan monumen?, seperti tembok besar China, ataupun Berlin.

Sebenarnya antara individu dan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena adanya sifat saling membutuhkan untuk mmpertahankan eksistensinya. Namun dalam masyarakat sering terjadi perbedaan, karena memang masyarakat terdiri dari individu-individu yang saling berlainan. Dengan adanya perbedaan ini individu-individu yang merasa memilki kesamaan cenderung untuk berkumpul membentuk kelompok sendiri yang lama-kelamaan akan terbentuk suatu tingkatan masyarakat yang disebut pelapisan sosial, dan seiring dengan terbentuknya pelapisan sosial tersebut peran dan status masing masing lapisan juga akan terbentuk.

Pelapisan sosial sendiri berbeda-beda di setiap suku dan daerah di Indonesia, misalnya tentang kedudukan  masing-masing gender di masyarakat. Dalam suku Jawa kedudukan pria lebih tinggi daripada kedudukan wanita Jawa, karena mayoritas suku Jawa beragama Islam sehingga kedudukan  masing-masing gender dalam masyarakat juga mengikuti aturan islam meninggikan derajat pria karena lebih cocok sebagai pemimpin daripada wanita. Dan sebaliknya keadaan di suku Minangkabau, peranan wanita lebih tinggi daripada pria, sehingga wanitalah yang menjadi kepala keluarga, bukannya pria. Di beberapa daerah Indonesia juga terjadi perbedaan peran pria dan wanita dalam mencari nafkah, walaupun mayoritas daerah di Indonesia menjadikan peran pria dalam mencari nafkah untuk keluarga lebih besar daripada wanita, di daerah Bali dan Irian mengharuskan wanita untuk bekerja lebih banyak daripada pria untuk menghidupi keluarganya. Kita tidak bisa menyalahkan pelapisan sosial ini kerena ini terjadi secara sendirinya dalam masyarakat itu sendiri, dan telah diakui dan dijalankan turun temurun.

Pelapisan sosial dapat dibedakan menjadi dua, pelapisan terbuka dan pelapisan tertutup. Dalam pelaisan masyarakat terbuka, masyarakat telah ditetapkan dalam tingkatan tertentu dalam lapisan masyarakat sejak mereka lahir dan hanya dapat diubah dengan perkawinan. Dalam pelapisan ini, masyarakat dipaksa untuk mengikuti aturan yang telah dijalankan turun-temurun, dan jika tidak mengikutinya orang tersebut akan menerima sanksi sosial dari masyarakat itu sendiri. Yang kedua adalah palapisan masyarakat terbuka, dalam pelapisan ini masyarakat dibebaskan untuk memilih lapisan masyarakat mereka sendiri, dan pelapisan ini berdasarkan dengan hasil yang diperoleh setelah usaha perubahan pelapisan sosial yang dilakukannya. Hasil tersebut bisa berupa kekayaan, kekuasaan, kehormatan dan pengetahuan yang akan meningkatkan atau bahkan menurunkan tingkat pelapisan masyarakat seseorang.

Dalam masyarakat moderen pelapisan sosial tidak dapat dipisahkan dari kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini tidak memandang individu, strata, tahta, harta, ataupun gender. Karena dalam masyarakan moderen kedudukan semua manusia adalah sama tanpa adanya batasan apapun. Kesamaan derajat ini juga telah diatur oleh hukum di Indonesia yang bertujuan untuk melindungi hak-hak masing-masing warga negara indonesia baik yang tingggal di Indonesia maupun di luar negeri. 

Kesamaan derajat ini dibedakan menjadi kesamaan hak dan kesamaan derajat. Kesamaan hak maksudnya adalah setiap warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Sedangkan kesamaan derajat maksudnya adalah, derajat setiap individu di mata hukum di dindonesia adalah sama tak ada satupun individu yang kebal hukum selama masih menginjakkan kakinya di indonesia. Kesamaan derajat ini memang harus diperjuangkan, meskipun telah diatur oleh hukum, kelangsungan kesamaan derajat ini masih rentan untuk disalahgunakan oleh oknum untuk kepentingan diri dan kelompoknya. Karena itu budaya masyarakat yang sadar hukum harus dikembangkan dan ditularkan, untuk melindungi hak-hak mereka sendiri sehingga tebentuklah masyarakat yang adil dan sejahtera. 


Sumber:
http://nurmaheryani.blogspot.com/2011/12/kesamaan-derajat.html
http://anugerahpekerti19.blogspot.com/2011/11/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat.html