Selasa, 21 Januari 2014

Kumpulan puisi

Sejuta rasa saat mengenalmu tlah membuatku bahagia
Sejuta impian dan harapan ingin ku wujudkan bersamamu
Sejuta kata yang ku ungkapkan, mungkin takkan membuatmu percaya
Kau berikan rasa ini begitu dalamnya
Namun, harus ku sadari itu
Mungkin hanya sebatas mimpi
Tapi segenggam rindu ini ingin ku ungkapkan padamu bahwa
Aku rindu dirimu, dirimu yang dulu

Terdiam ku di sudut tempat
Dalam kesendirianku bertanya
Namun tak ada, tak ada jawabnya

Kini semuanya telah membisu
Dunia ini tak seindah dulu
Mencoba bertahan namun, hatiku mati di sini
Entah mengapa ku tak mengerti
Haruskah ku bertahan atau pergi ?

Proposal Penelitian Kesehatan



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi bayi/anak umur 0-24 bulan melalui perbaikan perilaku masyarakat dalam pemberian makanan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya perbaikan gizi secara menyeluruh. Ketidaktahuan tentang cara pemberian makanan bayi dan anak, dan adanya kebiasaan yang merugikan kesehatan, secara langsung dan tidak langsung menjadi penyebab utama terjadinya masalah kurang gizi pada anak, khususnya pada umur dibawah 2 tahun (baduta).
Bertambah umur bayi bertambah pula kebutuhan gizinya. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan ke atas, beberapa elemen nutrisi seperti karbohidrat, protein dan beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI atau susu formula tidak lagi mencukupi. Sebab itu sejak usia 6 bulan, kepada bayi selain ASI mulai diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI) Agar kebutuhan gizi bayi/anak terpenuhi.Dalam pemberian MP-Asi perlu diperhatikan waktu pemberian MP-ASI ,frekuensi porsi, pemilihan bahan makanan, cara pembuatan dan cara pemberiannya. Disamping itu perlu pula diperhatikan pemberian makanan pada waktu anak sakit dan bila ibu bekerja di luar rumah.Pemberian MP-ASI yang tepat diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, namun juga merangsang keterampilon makan dan merangsang rasa percaya diri.
Beberapa permasalahan pemberian makanan pendamping ASI (MP Asi) antara lain ; pemberian makanan pralaktat sebelum Asi keluar, kolostrum dibuang, pemberian MP Asi terlalu dini atau terlambat, MP Asi yang diberikan tidak cukup, pemberian MP-Asi sebelum Asi, frekuensi pemberian MP-Asi kurang, pemberian Asi terhenti karena ibu kembali bekerja, kebersihan kurang, prioritas gizi yang salah pada keluarga.
Bahaya dari pemberian MP Asi terlalu dini adalah Pemberian MP-Asi dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman sebab, system imun bayi dibawah 6 bulan masih belum sempurna. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MP-Asi sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.
Salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian MP-Asi dini adalah status pekerjaan ibu. Ibu yang bekerja diluar rumah pada umumnya cenderung memberikan makanan pendamping Asi pada bayinya lebih cepat dari waktu yang ditetapkan, dikarenakan waktu yang dimiliki olehnya relatif singkat untuk berada bersama bayinya di dalam rumah.
Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Status gizi yang baik atau optimal terjadi apabila tubuh memperoleh zat-zat gizi yang digunakan secara efisien, sehingga kemungkinan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin. Status gizi kurang terjadi bila tubuh mengalami kekurangan satu atau lebih zat-zat gizi esensisal. Status gizi lebih terjadi bila tubuh memperoleh zat-zat gizi dalam jumlah berlebihan sehingga menimbulkan efek toksis. Status gizi kurang atau lebih merupakan gangguan gizi.
Turut sertanya ibu dalam mencari nafkah akan meningkatkan daya beli keluarga, akan tetapi juga menimbulkan masalah, yaitu pembagian waktu terutama dalam hal waktu untuk bekerja di luar rumah dengan waktu untuk mengelola rumah tangga serta mengasuh anak. Peran ganda ibu ini menuntut di satu pihak perlu curahan waktu penuh untuk mengasuh anak, bersamaan dengan itu perlu sisipan waktu untuk bekerja di luar rumah. Salah satu peluang untuk mengatasinya adalah anak diasuh oleh pembantu, keluarga atau family yang ada di rumah. Keterbatasan waktu ibu dalam mengasuh anak dan menyediakan makanan akan berpengaruh terhadap pola makan anak (bayi) dan konsumsi gizi anak, karena pada usia anak-anak ini merupakan usia yang membutuhkan konsumsi pangan yang ideal untuk membantu kecerdasan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS Kabupaten Banggai tahun 2010 bahwa 67 % ibu rumah tangga di kelurahan Simpong bekerja di luar rumah.
Data Puskesmas Simpong tahun 2010 diperoleh informasi bahwa cakupan pemberian Asi Eksklusif di Kelurahan Simpong hanya berjumlah 32,3 %. Hal ini menandakan bahwa masih tingginya pemberian MP Asi di bawah 6 bulan.
Karena hal-hal tersebut di atas membuat peneliti tertarik untuk meneliti apakah ada hubungan antara status pekerjaan ibu dengan pemberian MP Asi di bawah  6 bulan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah ada hubungan yang signifikan antara status pekerjaan ibu dengan pemberian MP Asi dini ?
C.    Tujuan Penelitian
1.      Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan antara status pekerjaan ibu dengan pemberian MP Asi dini di Kelurahan Simpong.
2.      Tujuan Khusus
a.       Untuk mengetahui status pekerjaan ibu yang berisiko terhadap kurangnya asupan pemberian Asi Eksklusif.
b.      Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara pekerjaan ibu dengan pemberian MP Asi dini.





D.    Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Untuk Institusi pendidikan (kampus)
Dapat menambah referensi bagi perpustakaan dan menjadi data awal bagi peneliti selanjutnya.
2.      Manfaat Untuk Pemerintah Kelurahan Simpong
Dapat lebih memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan khususnya masalah gizi masyarakat yang berada di Kelurahan Simpong.
3.      Manfaat Untuk Peneliti
Sebagai penambah ilmu pengetahuan dan pengalaman khususnya untuk masalah-masalah gizi keluarga terutama zat gizi untuk bayi.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.       Tinjauan Umum
1.             Konsep Tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping Pada Bayi
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi merupakan cara terbaik bagi peningkatan kualitas SDM sejak dini yang akan menjadi penerus bangsa. ASI merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi. Pemberian ASI berarti memberikan zat-zat gizi yang bernilai tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan syaraf dan otak, memberikan zat-zat kekebalan terhadap beberapa penyakit dan mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya (Sunartyo, 2008).
Bila ibu dan bayi sehat, ASI hendaknya secepatnya diberikan karena ASI merupakan makanan terbaik dan dapat memenuhi kebutuhan gizi selama 3 – 4 bulan pertama. ASI yang diproduksi pada 1 – 5 hari pertama dinamakan kolostrum, yaitu cairan kental yang berwarna kekuningan. Kolostrum ini sangat menguntungkan bayi karena mengandung lebih banyak antibodi, protein, mineral dan vitamin A. Pemberian ASI tidak dibatasi dan dapat diberikan setiap saat. Produksi ASI dirangsang oleh isapan bayi dan keadaan ibu yang tenang. Disamping itu perlu diperhatikan kesehatan ibu pada umumnya, status gizi dan perawatan payudara. Pemberian ASI tidak dibatasi dan dapat diberikan setiap saat terutama ASI eksklusif (As’ad, 2002).
ASI eksklusif adalah bayi yang diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur, biskuit dan tim. Pemberian ASI secara eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya selama 4 bulan, tetapi bila mungkin sampai 6 bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat, sedangkan ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun atau bahkan lebih dari 2 tahun (Roesli, 2000).
Dibandingkan dengan susu lainnya, ASI memiliki beberapa keunggulan yaitu:
1.         Mengandung semua zat gizi dalam susunan dan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 3 – 4 bulan pertama.
2.         Tidak memberatkan fungsi saluran pencernaan dan ginjal.
3.         Mengandung beberapa zat antibodi, sehingga mencegah terjadinya infeksi.
4.         Mengandung laktoferin untuk mengikat zat besi.
5.         Tidak mengandung beta laktoglobulin yang dapat menyebabkan alergi.
6.         Ekonomis dan praktis. Tersedia setiap waktu pada suhu yang ideal dan dalam keadaan segar serta bebas dari kuman.
7.         Berfungsi menjarangkan kehamilan.
8.         Membina hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang antara ibu dan bayi.

Bayi sehat pada umumnya tidak memerlukan makanan tambahan sampai usia 6 bulan. Pada keadaan-keadaan khusus dibenarkan untuk mulai memberi makanan padat setelah bayi berumur 4 bulan tetapi belum mencapai 6 bulan. Misalnya karena terjadi peningkatan berat badan bayi yang kurang dari standar atau didapatkan tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif tidak berjalan dengan baik. Namun, sebelum diberi makanan tambahan sebaiknya coba diperbaiki dahulu cara menyusuinya. Cobalah hanya memberi bayi ASI saja tanpa memberi minuman atau makanan lain. Selain itu, bayi harus sering disusui, perhatikan posisi menyusui. Secara umum usahakan dahulu agar cara pemberian ASI dilakukan sebaik mungkin. Apabila setelah 1 – 2 minggu ternyata upaya perbaikan tersebut tidak menyebabkan peningkatan berat badan, maka pemberian makanan tambahan atau padat diberikan bagi bayi berusia diatas 4 bulan (Roesli, 2000).
Bila oleh suatu sebab (misalnya ibu bekerja atau hamil lagi) bayi tidak memperoleh ASI, maka kepada bayi diberikan PASI (Pengganti Air Susu Ibu). PASI dibuat dari susu sapi yang susunan gizinya sudah diubah menjadi hampir sama dengan susunan gizi ASI, sehingga dapat diberikan kepada bayi tanpa menyebabkan akibat sampingan. Akan tetapi belum ada PASI yang tepat menyerupai susunan ASI (As’ad, 2002).
Proses penyapihan dimulai pada saat yang berlainan. Pada beberapa kelompok masyarakat (budaya) tertentu, bayi tidak akan disapih sebelum berusia 6 bulan. Bahkan ada yang baru memulai penyapihan setelah bayi berusia 2 tahun. Sebaliknya, pada masyarkat urban bayi disapih terlalu dini yaitu baru beberapa hari lahir sudah diberi makanan tambahan (Arisman, 2004).
Menurut Sulistjani (2001), seiring bertambahnya usia anak, ragam makanan yang diberikan harus bergizi lengkap dan seimbang yang mana penting untuk menunjang tumbuh kembang dan status gizi anak. Dalam hal pengaturan pola konsumsi makan, ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam memilih jenis makanan yang bergizi seimbang. Setelah berumur 6 bulan, bayi memerlukan makanan pendamping karena kebutuhan gizi bayi meningkat dan tidak seluruhnya dapat dipenuhi oleh ASI. Menurut Arisman (2004), pemberian makanan pendamping harus bertahap dan bervariasi, dari mulai bentuk bubur cair kebentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya makanan padat. Pemberian pertama cukup 2 kali sehari, satu atau dua sendok teh penuh. Pada usia 6-9 bulan bayi setidak-tidaknya membutuhkan empat porsi. Menginjak usia 9 bulan bayi telah mempunyai gigi dan mulai pandai menguyah makanan. Sekitar usia 1 tahun bayi sudah mampu memakan makanan orang dewasa. Anak usia 2 tahun memerlukan makanan separuh takaran orang dewasa.
Makanan sapihan yang ideal harus mengandung makanan pokok, lauk pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan minyak atau lemak. Makanan sapihan baru boleh diberikan setelah bayi disusui atau diantara dua jadwal penyusunan. Sebab, diawal masa penyapihan, ASI masih merupakan makanan pokok. Sementara makanan sapihan hanyalah sebagai pelengkap. Kemudian secara berangsur ASI berubah fungsi sebagai makanan tambahan, sementara makanan sapihan menjadi santapan utama (Arisman, 2004).
Pemberian makanan padat atau tambahan yang terlalu dini dapat mengganggu pemberian ASI eksklusif serta meningkatkan angka kesakitan pada bayi. Selain itu, tidak ditemukan bukti yang menyokong bahwa pemberian makanan padat atau tambahan pada usia 4 – 6 bulan lebih menguntungkan. Bahkan sebaliknya, hal ini akan mempunyai dampak yang negatif terhadap kesehatan bayi (Roesli, 2000).
Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) diberikan kepada bayi setelah berusia 6 bulan sampai bayi berusia 24 bulan. Jadi, selain MP-ASI, ASI pun harus tetap diberikan kepada bayi, paling tidak sampai usia 24 bulan. Adapun hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian makanan tambahan untuk bayi yaitu makanan bayi (termasuk ASI) harus mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi, dan diberikan kepada bayi yang telah berumur 6 bulan sebanyak 4-6 kali/hari, sebelum berumur dua tahun, bayi belum dapat mengkonsumsi makanan orang dewasa, makanan campuran ganda (multi mix) yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, dan sumber vitamin lebih cocok bagi bayi (Krisnatuti, 2007).
Keadaan kekurangan gizi pada bayi dan anak di sebabkan kebiasaan pemberian MP-ASI yang tidak tepat (Media indo online, 2006). Akibat rendahnya sanitasi dan hygiene MP-ASI memungkinkan terjadinya kontaminasi oleh mikroba, hingga meningkatkan resiko dan infeksi lain pada bayi, hasil penelitian Widodo (2006) bahwa masyarakat pedesaan di Indonesia jenis MP-ASI yang umum diberikan kepada bayi sebelum usia 4 bulan adalah pisang (57,3%) dan rata-rata berat badan bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih besar dari pada kelompok bayi yang diberikan MP-ASI (Depkes online, 2007)
2.      Konsep tentang Pekerjaan Ibu
Kerja adalah aktivitas, gawai, kegiatan, operasi. Sedangkan yang dimaksud dengan pekerjaan adalah operasi, order, proyek, kewajiban, tugas, aktivitas, kegiatan, kesibukan, urusan, karier, profesi , pencaharian seseorang. (Tesaurus Bahasa Indonesia)
Merawat anak, mulai dari memandikan, menyuapi sampai mengasuh hampir semuanya dilakukan oleh ibu. Merawat anak dan menyediakan keperluan makan dan minum anak merupakan tugas sehari-hari yang sudah melekat pada diri seorang ibu. Akan tetapi, tugas itu tidak hanya itu saja bila ibu bekerja diluar rumah. Ibu juga harus mengingatkan tugas anak-anaknya mengenai pekerjaan yang harus dilakukan atau belum dilakukan seperti mengingatkan anak supaya mandi, makan dan mengingatkan waktu bila anaknya bermain (Supanto, 1990). Anak memerlukan berbagai variasi permainan untuk kebutuhan fisik, mental dan perkembangan emosinya. Bermain bukan berarti membuang-buang waktu, juga bukan berarti membuat anak menjadi sibuk sementara orangtuanya mengerjakan pekerjaannya sendiri. Anak harus mempunyai cukup waktu untuk bermain. Untuk bermain diperlukan alat permainan yang sesuai dengan umur dan taraf perkembangannya (Soetjiningsih, 1995).
Program untuk memperbaiki dorongan psikososial melalui pendidikan orang tua tentang interaksi orang tua dan anak melalui kegiatan kunjungan rumah telah dapat menurunkan angka kurang gizi pada anak balita. Penelitian lainnya membuktikan bahwa perubahan pola asuh psikososial telah meningkatkan derajat pertumbuhan anak. Penelitian di Bogota, Columbia membuktikan bahwa anak-anak yang menderita kurang gizi, dikunjungi rumahnya setiap minggu selama 6 bulan oleh kader desa, ternyata pertumbuhan pada umur 3 tahun lebih tinggi daripada yang tidak dikunjungi. Dengan dikunjungi rumahnya, ibu- ibu menjadi lebih memahami kebutuhan anak dan memberi makan pada saat anak sedang lapar. Didapatkan juga bahwa ibu-ibu yang memahami tentang kebutuhan untuk perkembangan kognitif anak, anak-anaknya lebih pintar daripada ibu yang lalai dalam pengasuhan anaknya (Anwar, 2008).         
B.       Kerangka Konsep
1.             Makanan Pendamping Asi (MP-Asi) adalah makanan yang diberikan pada bayi berusia 6 bulan keatas dengan tetap memberikan Asi.
2.             Pekerjaan adalah kesibukan atau aktifitas yang menghasilkan upah yang dilaksanakan oleh seseorang sebagai upaya untuk kelangsungan hidupnya.
3.             Salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian MP-Asi dini adalah status pekerjaan ibu. Ibu yang bekerja diluar rumah pada umumnya cenderung memberikan makanan pendamping Asi pada bayinya lebih cepat dari waktu yang ditetapkan, dikarenakan waktu yang dimiliki olehnya relatif singkat untuk berada bersama bayinya di dalam rumah.

C.       Definisi Operasional
Dimaksudkan dengan pekerjaan ibu dalam penelitian ini adalah pekerjaan ibu menyusui yang berada di luar rumah dan memakan waktu yang banyak untuk berada di luar rumah. Seperti menjaga toko, berdagang di Pasar, Karyawan Perusahaan, pegawai negeri pada instansi pemerintah, dll.
Adapun pemberian MP Asi Dini dalam penelitian ini adalah Makanan Pendamping yang sudah diberikan pada bayi sebelum berusia genap 6 bulan. Bila MP Asi diberikan pada H-1 sebelum 6 bulan maka masih termasuk dalam penelitian ini.  



BAB III
METODE DAN INSTRUMEN PENELITIAN
A.    METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan adalah metode ………………………(analitik, deskriptif atau kualitatif)
B.     LOKASI PENELITIAN
Penelitian dilakukan di Kelurahan Simpong
1.      Gambaran  umum lokasi
………………………………………………………………………………….
C.     WAKTU PENELITIAN
Tanggal mulai dari penyusunan proposal hingga skripsi
D.    POPULASI DAN SAMPEL
·         Populasi adalah sasaran penelitian. Misalnya sumur populasinya adalah air sumur.
·         Sampel adalah bagian representative dari populasi
1.      Sampel itu siapa ?
2.      Tekniknya bagaimana ?
Teknik pengambilan sampel ; Random sampling, stratified random sampling dan cluster ramdom sampling, dll
3.      Sampel sizex berapa ?
Angka confidence/ti                        Tingkat kepercayaan : tingkat kesalahan (misalnya 0,05 à 5 %)  ada rumusnya !!!!
E.     METODE PENGUMPULAN DATA
1.      Cek list
2.      Kuesioner
F.      METODE ANALISIS DATA (UNTUK PENELITIAN ANALITIK-à KALO UNTUK PENELITIAN DESKRIPTIF DISAJIKAN DULU BARU DI ANALISIS)

G.    INSTRUMEN PENELITIAN

·         Memakai instrument yang dibuat sendiri jika tidak ada instrument baku yang digunakan.
·         Harus kuat pada teori disesuaikan dengan DASAR TEORI
MEMBUAT INTRUMEN PENELITIAN
1.      Mengukur pengetahuan
Apa yang dia ketahui tentang topic
2.      Mengukur sikap
Bagaimaimana sikap dia tetang topic (pendapat, tanggapan, dll)



BAB IV
HASIL PENELITIAN
1.      Jelaskan semua hasil penelitian
2.      Pembahasan ; antar dengan teori penunjang hasil penelitian, sambung dengan hasil penelitian yang diperoleh, sambung dengan penelitian orang lain yang berhubungan dengan penelitian, kesimpulan







DAFTAR PUSTAKA
http://yuliantiahama.blogspot.com/2011/06/contoh-proposal-penelitian-kesehatan.html

Sabtu, 26 Oktober 2013

Persuasi

Paragraf Persuasi atau Persuasif mungkin sangat dibutuhkan oleh pelajar untuk mempelajari pengertian dan aplikasi paragraf persuasi dalam contoh paragraf persuasi atau persuasif. Karena selain dibutuhkan dalam proses belajar mengajar jenis paragraf yang satu ini sangat kamu butuhkan ketika sudah menekuni dunia pekerjaan terutama bisnis. Kemampuan kamu membuat paragraf persuasi akan membantu kamu untuk mempengaruhi orang lain sehingga memudagkan pekerjaan kamu. Saya menggunakan Persuasi atau persuasif karena banyak yang menganggapnya sama jadi biar lebih mudah dipahami oleh pembaca. Sebelum membaca contoh alangkah baiknya kalau kita belajar dulu pengertian dari paragraf persuasif atau persuasi.

Pengertian Paragraf Persuasi atau Persuasif

Paragraf Persuasi atau Persuasif adalah paragraf yang berisikan ajakan agar seseorang melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh penulis paragraf Persuasi atau Persuasif ini.


Pengertian Paragraf Persuasif secara umum

Agar pembaca menjadi terpengaruh, maka penulis harus melampirkan bukti dan data-data pendukung.
Dalam paragraf persuasi, terdapat kata ajakan seperti ayo atau mari. Propaganda yang dilakukan oleh berbagai lembaga, badan, maupun organisasi; iklan yang disampaikan dalam berbagai media untuk menarik perhatian konsumen dan mempromosikan suatu produk adalah contoh dari paragraf persuasi.


Contoh Iklan Persuasi
Sekarang kita akan beri sedikit contoh membuat kalimat Persuasi untuk iklan. Perlu di ingat kalau iklan tidak perlu menggukan penjelasan yang panjang karena akan memakan biaya iklan lebih banyak gunakan kalimat persuasi yang singkat tapi memikat

Anda bisa menemukan contoh iklan persuasi dibanyak tempat . DI internet juga bertebaran iklan persuasi untuk memikat pengunjung. Jadi cukup banyak sumber untuk dijadikan contoh iklan persuasi

Contoh Iklan Persuasi 1:
"Ingin Bekerja , tapi malas keluar rumah? Mulailah bisnis online terpercaya sudah berkembang di ratusan negara sekarang"

Dalam iklan persuasi ini bisa kita simpulkan bahwa tujuan dari iklan persuasi ini ialah orang yang mau bekerja secara online. Dengan kata "terpercaya sudah berkembang di ratusan negara"
membuat pembaca tertarik karena ini sudah terpercaya "Sekarang" menajak para pembaca melakukan hal itu dengan secepatnya.

Contoh Iklan Persuasi 2:
Sekarang kita akan ambil sedikit iklan produk yang sudah terkenal


Aqua
"Supaya sehat kita perlu air karena air bagian terbesar tubuh kita" Lalu diberikan sedikit contoh kadar air dalam organ-organ penting "Makanya penting untuk kita seperti AQUA"

Disini kita bisa melihat sebuah iklan yang sudah profesional karena dibuat tidak main-main karena mengiklankan perusahaan besar.
Bagian awal dari iklan ini tidak langsung mengajak menggunakan Aqua tetapi memberikan gambaran peran air dalam tubuh.
Selanjutnya sang ayah menyarankan untuk minum air aqua. Disini mulai kita tahu kalau kalimat "Makanya penting untuk kita seperti AQUA" merupakan kalimat persuasi dalam iklan ini.
Selanjutnya bagian terakhir sang ayah menjelaskan mengapa harus memilih aqua dibanding merek lain.

Videonya bisa dilihat, klik di sini

Contoh Iklan Persuasi 3:

"Facebook membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda."

"Mendaftar
Gratis, sampai kapan pun."

Mungkin kalau yang satu ini sudah tidak asing lagi untuk anda. Karena ini adalah iklan dari salah satu social media terbesar yang ada selain Twitter.

Disini pada iklan yang ditampilkan saat anda ingin log ini ke facebook. Mungkin ada yang berpendapat kalau ini adalah bagian deskripsi dari fecebook tapi itu kurang penting yang penting ialah makna persuasi yang akan kita bahas.

Disini dalam kalimat diatas menggambarkan bahwa facebook akan MEMBANTU anda untuk terhubung dengan orang lain.

Lalu bagi yang mendaftar akan mendapatkan servis gratis selamanya atau dengan kata lain tawaran MEMBANTU oleh facebook akan diberikan kepada anda gratis selamanya.

Curiculum Vitae

Curriculum vitae (CV; juga ditulis curriculum vitæ) adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman sesorang dan kualifikasi lainnya. Di beberapa negara, suatu CV biasanya merupakan hal utama yang dijumpai seorang majikan potensial tentang pencari kerja dan sering digunakan untuk menyaring aplikan (orang-orang yang melamar kerja secara daring) ketika mencari pekerjaan, biasanya dilanjutkan dengan wawancara.

Etimologi dan ejaan

Curriculum vitae adalah sebuah ekspresi Latin yang dapat menjadi longgar diterjemahkan sebagai perjalanan dalam hidup saya. Pada penggunaan sekarang, curriculum kurang ditandai sebagai sebuah kata serapan asing.

Bentuk jamak dari curriculum vitæ, dalam Bahasa Latin, terbentuk mengikuti aturan Latin dari tata bahasa sebagai curricula vitæ (yang berarti "perjalanan hidup") atau curricula vitarum (berarti "perjalanan hidup")— bukan curriculum vita (yang menurut tata bahasa tidak sesuai). The form vitæ adalah bentuk tunggal genitif dari vita dan diterjemahkan sebagai "hidup". Meskipun demikian, dalam Bahasa Inggris, bentuk jamak dari ekspresi penuh curriculum vitae adalah jarang digunakan; bentuk jamak dari curriculum itu sendiri biasanya ditulis sebagai "curriculums", agak daripada tradisional curricula.

Tips & Trick Membuat/Menulis
Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae atau Resume)

Format Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup atau sering disebut Resume, di setiap negara berbeda-beda. Hal ini karena dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan, pandangan politik, juga aturan main yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (USA) tidak perlu mencantumkan hal-hal yang dianggap sangat pribadi seperti foto, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir.

Sedangkan di Indonesia justru sebaliknya, dalam membuat CV atau Daftar Riwayat Hidup, justru wajib mencantumkan status perkawinan, tempat dan tanggal lahir, serta melampirkan foto.

Berikut ini beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup, atau Resume untuk perusahan/instansi/lembaga di Indonesia (baik untuk perusahaan/lembaga lokal, nasional, maupun internasional).

A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae (Resume, Daftar Riwayat Hidup)

1. Identitas (Data Pribadi)
Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti : Nama Lengkap, Jenis Kelamin, Tempat dan Tanggal Lahir, Kewarganegaraan, Agama, Status Perkawinan, Tinggi dan Berat Badan, Alamat Lengkap, Telepon & HP, serta e-mail (bila ada).
Khusus untuk e-mail, sebaiknya anda memilikinya. Jika tidak memilikinya, anda dapat membuat alamat email di Gmail, Yahoo, atau Hotmail atau yang lainnya.

2. Pendidikan
Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah anda ikuti; lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).

3. Kemampuan
Uraikan secara singkat kemampuan anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Misalkan anda melamar kerja di bidang akuntansi, maka jelaskan secara singkat bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan, biasa bekerja menggunakan komputer, dsb-nya. Tentu saja kemampuan-kemampuan yang anda tulis/cantumkan tersebut harus benar-benar anda miliki. Jangan mencantumkan kemampuan yang tidak anda miliki.

4. Pengalaman kerja
Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi (bila ada), tanggung jawab dan wewenang pekerjaan. Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut.
Urutannya dimulai dari pekerjaan (atau jabatan atau posisi) terakhir.

5. Pengalaman Organisasi (bila ada)
Cantumkan pengalaman organisasi yang relevan (sesuai atau berhubungan) dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 5 ini.

6. Referensi Kerja (bila ada)
Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).
Penting : Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus sangat yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui tentang anda serta akan memberikan informasi positif mengenai diri anda. Seandainya anda ragu-ragu bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut (lewati saja yang nomor 6 ini).

7. Pengalaman lain yang menunjang (bila ada)
Cantumkan pengalaman lain yang menunjang "promosi anda". Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Jika anda melamar untuk posisi pemrogram komputer, maka pengalaman anda sebagai Ketua RW atau juara bulutangkis, tentunya tidak relevan. Jadi bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 7 ini.

B. Kertas, Huruf, Foto, Dokumen Pendukung

1. Gunakan kertas putih polos
CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar). Sebaiknya jangan menggunakan form CV yang dijual di toko-toko.

2. Diketik dengan huruf standar surat resmi
CV jangan ditulis tangan, namun diketik. Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman.

3. Foto terbaru
Lampirkan pas foto terbaru ukuran 3x4 atau 4x6. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (misalkan jas lengkap dengan dasi).

4. Dokumen pendukung
Lampirkan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam CV (resume), seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb (dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy).
Agar dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda menyeleksi/menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk dilampirkan.
Penting : Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya. Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda. Namun, seandainya perusahaan penerima kerja meminta/mensyaratkan untuk melampirkan transkrip nilai, barulah anda "terpaksa" melampirkannya.
Sebaliknya jika transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.

Beberapa Saran Penting

Jujur, Jangan Berbohong
Ingat, jangan sekali-kali menuliskan pada CV anda suatu pengalaman yang anda sendiri tidak mengalaminya. Memang seseorang terkadang merasa gengsi dengan pengalaman yang dia miliki, karena merasa kalah pengalaman. Percayalah pada diri anda sendiri bahwa anda mempunyai kelebihan yang orang lain tidak punya.

Jumlah Halaman
Pada umumnya CV hanya terdiri dari 1 (satu) atau 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat pekerjaan/karir anda sangat banyak, juga pendidikan/kursus/pelatihan anda sangat banyak. Dan anda menganggap bahwa itu penting untuk ditampilkan, maka anda boleh menambahkannya menjadi 3 (tiga) halaman CV sebagai lampiran Surat Lamaran Kerja, tidak masalah.
Tetapi khusus untuk Surat Lamaran Kerja, tetap upayakan 1 (satu) halaman.

Tata Bahasa, Tanda Baca, dan Ejaan
Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tata bahasa, tanda baca, dan ejaan. Bacalah kembali tata bahasa di buku atau Kamus Bahasa Indonesia.
Jika anda menulis CV dalam Bahasa Inggris, dan anda belum yakin, maka cobalah minta dicek kembali atau di-review oleh teman/kerabat yang menguasai Bahasa Inggris tersebut.

Eksplisit (Gamblang, Jelas)
Jangan membuat orang yang membaca CV atau resume anda mengintepretasikan atau mengartikan hal yang berbeda.
Contoh sederhana : Di CV pada bagian pendidikan, anda menuliskan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila, dan tidak menambahkan nama kota lokasinya. Jangan berasumsi bahwa pembaca pasti tahu Universitas Pancasila itu ada di Jakarta. Oleh karena itu tambahkan nama kota dibelakangnya, misalkan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila - Jakarta.

Mudah Dibaca dan Mudah Dicerna
CV yang dibuat secara kacau-balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat CV yang mudah dibaca, mudah dicerna, urutannya jelas, dan logis.
Bila perlu bagian-bagian atau kata-kata yang anda anggap sangat penting untuk ditonjolkan, dapat ditulis dengan huruf tebal (bold). Namun jangan terlalu banyak bagian yang ditebalkan, sehingga tidak terlihat lagi bagian yang sangat penting tersebut.

Contoh CV berbahasa inggris
_____________________________________________________
CURRICULUM VITAE

PERSONAL DATA

· Full Name : Septian Pramana
· Date & Place of Birth : Jakarta, September 1st, 1974
· Sex : Male
· Religion : Moslem
· Education : SMK

FORMAL EDUCATION

· SD Negeri 02 Slipi, graduated 1985
· SMP Negeri 15 Jakarta, graduated 1988
· SMKN 1 Jakarta, graduated 1991

JOB EXPERIENCE
· PT. Mitsubishi Electronic Components Bekasi
From September, 10th 2001 – October 12th 2004 as Operator
· PT. Sucofindo
From February, 20th 2005 – November, 7th 2005 as Supervisor
· Internet café as Computer technician from 2006 until now.

SKILL
· Computer ( Install, Software, Hardware, Service and Maintenance )
· Microsoft Office
· Networking
· Blog

CONTACT
Address : Jl. Irian No, 15, Menteng, Jakarta Pusat
Phone / HP : 021 63856629 / 0812 1828 2930
Website : http://septian_pramana.web.id | Email/FB : septipram@gmail.com

Sincerely yours,


Septian Pramana



Contoh CV bahasa Indonesia
_____________________________________________________
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi

Nama : Niken Puspakencana
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta ,06 Nopember 1982
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat : Jl. Batu Tulis Raya No. 18
Gambir, Jakarta Pusat 10120
Telephon : 021 63855239 (rumah)
0812 222 3334 (HP) 

Latarbelakang Pendidikan 

Formal
1991 – 1994 : SMP 24, Jakarta
1994 – 1997 : SMEA 8 Jakarta
1997 – 2001 : Yayasan Pendidikan Indonesia (Yapendik), Jakarta

Non Formal 
1994 – 1996 : Kursus Komputer di Bina Informatika Nusantara, Jakarta
1996 – 1997 : Kursus Bahasa Inggris di Berlitz English, Jakarta
2003 – 2003 : Kursus Pajak (Brevet A & B) 
Kemampuan 

Kemampuan Akuntansi dan Administrasi (Accounting & Administration Skills) Journal printing & Calculation, Ledger, Project Data Updating, Teller, Salary Calculation, Petty Cash Payroll & Calculation, Inventory Controls)
Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint, MS Access, MS Outlook dan Internet)
Sistem Perpajakan
Pengalaman Kerja

Praktek Kerja Lapangan:

Praktek Kerja di : PT. Astra Internasional, Jakarta 
Periode : April 1997 - June 1997
Tujuan : Persyaratan kelulusan SMEA 8 Jakarta
Posisi : Operator Administrasi

Rincian Pekerjaan: 
- Mengupdate data konsumen
- Mengatur jadwal pertemuan dengan konsumen
- Menyiapkan surat-surat pernawaran untuk konsumen
- Menyiapkan tagihan

Bekerja di PT. Emasindo Sakti, Jakarta 

Periode : Januari 2002 - Mei 2005 
Status : Karyawan Tetap
Posisi : Staf bagian Finance

Rincian pekerjaan : 
- Mengelola kas kecil
- Melakukan surat menyurat bisnis
- Mengontrol persediaan peralatan kantor
- Menerbitkan dan menerima faktur dari pemasok
- Penggajian (payroll)

Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya. 

Jakarta, 25 Agustus 2011

Niken Puspakencana